Menjadi mahasiswa Psikologi tidak mudah. Kita mendalami perasaan dan permasalahan orang lain. Namun siapa yang membantu kita memahami diri kita? Bahkan dosen yang mengajarkan kita untuk memahami orang lainpun tidak mau memahami kita, Aku tahu kekuranganku. Aku tahu aku tak serapih mahasiswa lain. Mungkin latarbelakangku juga tak sehebat mahasiswa lain. Ditambah aku hanya lulusan S1 Universitas underrated. Meskipun aku tidak tahu yang sebenarnya, tapi aku sering merasa bahwa banyak yang merendahkan S1 ku termasuk dosen-dosen. Lelahnya. Aku memang ingin menunjukan bahwa aku memiliki kompetensi. Namun sayangnya sejak dulu aku tak lihai mengerjakan tugas. Sedangkan mereka disini hanya melihat hal itu. Aku ingin menjadi Psikolog hebat. Rasanya ingin sekali puas menunjukan pada mereka seberapa hebat diriku. Masalahnya rasanya aku sudah lelah.
Assalamualaikum. Teteh-teteh dan akang-akang izin share review film keren ini. Mangga dibaca supaya makin yakin dan gak ragu buat cus nonton di bioskop. Oke, buat yang belum nonton trailernya, boleh diliat dulu. Cusss Seperti yang kita liat dalam trailer, ada 3 pemeran utama di film ini. Yaitu sepasang tunangan bernama Silvi (Titi Kamal) dan Dion (Richard Kyle) juga si gemesin Raka (Pandji Pragiwaksono). Loh Raka nih siapa? Emang gak ada hubungan sama sekali sama sepasang tunangan tadi. Tapi Raka justru berperan penting dalam film sarat moral ini. Alkisah seorang pekerja Dion yang bernama Raka tidak sengaja bertemu Silvi ketika di lift. Kebetulan mereka hanya berdua di lift tersebuut. Lift itu tiba-tiba berhenti dan sontak Silvi yang lagi buru-buru banget pengen ketemu Dion pun dengan refleks mengeluarkan kata “Sh*t”! Dengan lembut dan penuh sopan santun dengan giginya yang Offside, Raka pun mulai mengingatkan Neng Silvi yang cantik untuk tidak “maki-maki”. Di...